Bruteforce APDU SELECT using Cardpeek + Lua script

After a couple of hours trying to find free smartcard app on my tinkering time, finally I found this Cardpeek. Simple yet light smartcard reader app.

My objective is to create simple APDU “bruteforce” to the smart card by iterate some EF values using standards APDU SELECT. By bruteforce means that the SELECT command is sent to the smartcard for any possible EF value.

Finding this Cardpeek app + powered with Lua script is enough for me. Or even further.

The bruteforcing idea is actually create iteration of EF value using 2 bytes length, this assumed the smartcard is having 2 bytes EF structures. With this iterations hopefully some approved response (SW1-SW2 = 0x9000) is given by the smartcard, and do further exploit using known approved EF.

Following is the Lua script I created to bruteforce SELECT APDU (or you can download directly here):

And I tested the script using Commuter Line Kartu Multi Trip card, and here is some interesting responses from the card  :D

Skema Partisi Linux Laptop

Sebagai pengingat, kadang-kadang saya lupa ketika akan upgrade atau ganti versi Linux. Berikut adalah skema atau susunan partisi hardisk laptop saya:

Oke, saatnya mencoba Qiana :D

Update:
Tergoda untuk nyoba Ubuntu 14.04, sementara ditunda dulu upgrade dari Petra ke Qiana.

My current workspace, 14.04

Let’s hack! Membedah e-money Bank Mandiri

Kenapa e-money Bank Mandiri? Ada beberapa alasan mengapa saya penasaran dengan keamanan produk e-money ini.

  1. Saat ini produk e-money yg ada di dompet saya
  2. Saat ini produk e-money yg meluncurkan aplikasi reader (mandiri e-money info)

Dari dua alasan tersebut saya coba mem-“bedah” keamanan untuk produk e-money tersebut. Kenapa? Saya pikir memberikan aplikasi pembaca kartu seperti memberikan kunci yang patah untuk mengintip isi sebuah kotak yang dikunci dengan gembok. Pertanyaan selanjutnya apakah kunci patah tadi hanya bisa untuk mengintip saja? atau bahkan bisa membuka isi kotak?

Jika belum mudeng maksud analogi saya di atas, ada analogi lain: bayangkan anda akan masuk ke sebuah rumah yang memiliki dua lapis pintu. Di balik pintu pertama terdapat ruang tamu dengan foto-foto harta benda yang berada di dalam rumah itu. Di balik pintu kedua kemungkinan kita bisa menemukan harga yang sebenarnya. Di depan rumah tersebut ada pelayan yang bertugas hanya mengantar anda untuk masuk rumah melewati pintu pertama. Pelayan tersebut membawa beberapa kunci, bisa jadi salah satu kunci yang lain merupakan kunci untuk memasuki pintu kedua. Continue reading